Contoh iklan billboard yang menarik biasanya tidak dipenuhi banyak tulisan atau elemen desain. Justru, billboard yang efektif cenderung memiliki satu pesan utama, visual yang mudah dikenali, warna yang kontras serta identitas brand yang langsung terlihat dalam waktu singkat.
Hal
tersebut penting karena billboard memiliki karakter yang berbeda dengan
brosur, website atau konten media sosial. Audiens dapat melihat
billboard sambil berjalan, berada di dalam kendaraan, menunggu lampu
lalu lintas, atau melintas dari jarak tertentu. Artinya, tidak semua
orang memiliki waktu untuk membaca informasi panjang.
Membuat
desain billboard berbeda dengan memperbesar desain iklan digital lalu
memasangnya pada media berukuran besar. Komposisi visual, headline,
pemilihan warna, ukuran tulisan hingga lokasi media perlu
dipertimbangkan bersama.
Panduan kreatif dari Out of Home Advertising Association of America
(OAAA) juga menekankan penggunaan font yang mudah dibaca, kontras kuat,
satu ide utama dan copy yang singkat. Salah satu panduan praktisnya
adalah menjaga pesan sekitar tujuh kata atau kurang jika memungkinkan.
Lalu, seperti apa contoh billboard yang dapat menarik perhatian? Berikut inspirasi konsep sekaligus tips membuat desainnya.
Apa yang Membuat Iklan Billboard Terlihat Menarik?
Sebelum
melihat berbagai contoh, pahami dulu bahwa billboard yang menarik tidak
selalu berarti billboard dengan desain paling ramai. Tujuan desain
outdoor advertising adalah membuat pesan dapat dilihat, dipahami dan
diingat dalam kondisi audiens yang berbeda-beda.
Ada orang yang melihat billboard dari kendaraan bergerak cepat. Ada pula yang melihatnya ketika berhenti di persimpangan.
Posisi
media terhadap jalan, kecepatan perjalanan dan lamanya audiens berada
dalam area pandang ikut memengaruhi peluang sebuah iklan diperhatikan.
Faktor-faktor semacam ini juga digunakan dalam metodologi pengukuran
audiens OOH.
Karena itu, billboard yang menarik biasanya memiliki beberapa karakter berikut:
- pesan utama mudah ditemukan;
- jumlah tulisan tidak berlebihan;
- ukuran headline besar;
- warna memiliki kontras yang jelas;
- visual utama mudah dikenali;
- logo terlihat tanpa mendominasi desain;
- desain sesuai dengan lokasi billboard;
- terdapat hierarki informasi yang jelas.
Semakin cepat audiens memahami maksud sebuah iklan, semakin baik desain tersebut menjalankan fungsinya.
1. Contoh Billboard dengan Satu Produk sebagai Fokus Utama
Salah
satu konsep paling sederhana adalah menggunakan satu produk berukuran
besar sebagai pusat perhatian. Misalnya sebuah brand minuman sedang
memperkenalkan produk baru. Desain dapat dibuat seperti berikut:
Headline: “Segarnya Bikin Balik Lagi”
Kemudian
satu botol produk ditampilkan dalam ukuran besar, dilengkapi logo brand
dan sedikit elemen visual pendukung seperti percikan air. Desain
seperti ini membuat mata tidak harus mencari mana objek terpenting.
Konsep tersebut dapat digunakan untuk berbagai produk seperti:
- makanan dan minuman;
- smartphone;
- kendaraan;
- produk kecantikan;
- fashion;
- elektronik;
- kebutuhan rumah tangga.
Kesalahan yang sering terjadi adalah mencoba menampilkan seluruh varian produk sekaligus. Akibatnya, perhatian audiens justru terbagi. Jika kampanye mempunyai satu produk unggulan, jadikan produk tersebut sebagai hero visual.
2. Contoh Billboard dengan Headline yang Membuat Penasaran
Tidak
semua billboard harus langsung menjelaskan produk secara lengkap. Dalam
beberapa kampanye, headline yang membuat audiens penasaran dapat
menjadi cara yang menarik dan bisa efektif.
Contohnya: “Besok, Cara Ngopi Kamu Berubah.”
Di bawah headline cukup terdapat logo brand dan tanggal peluncuran. Konsep seperti ini cocok digunakan untuk:
- launching produk;
- pembukaan restoran;
- peluncuran aplikasi;
- launching properti;
- event;
- rebranding perusahaan.
Headline tersebut tidak menjelaskan seluruh informasi. Justru, rasa penasaran menjadi bagian dari konsep komunikasi. Namun, jangan membuat pesan terlalu abstrak hingga audiens sama sekali tidak memahami konteksnya.
Teaser tetap perlu memberikan cukup petunjuk mengenai brand atau aktivitas yang sedang dikampanyekan.
3. Contoh Iklan Billboard dengan Pesan Masalah dan Solusi
Konsep
berikutnya adalah mengangkat masalah yang sering dialami target
konsumen. Misalnya perusahaan layanan internet dapat menggunakan
headline “Meeting Putus-Putus Lagi?” Kemudian disambung dengan “Saatnya
Internet Lebih Stabil.”
Logo
dan nama layanan ditempatkan di bagian akhir. Konsep problem solution
bekerja karena audiens dapat langsung menghubungkan pesan iklan dengan
situasi yang mereka alami.
Contoh lain:
- Produk AC: “Rumah Masih Panas?”
- Layanan properti: “Capek Bayar Kontrakan?”
- Aplikasi pembayaran: “Bayar Tagihan Masih Ribet?”
Tidak perlu menjelaskan seluruh keunggulan produk. Billboard cukup memancing perhatian terhadap masalah utama dan memperkenalkan brand sebagai salah satu pilihan solusi.
4. Contoh Billboard dengan Humor Singkat
Humor
juga dapat digunakan untuk membuat billboard lebih mudah diingat.
Namun, humor billboard harus sederhana. Contohnya untuk restoran:
“Macetnya Lama. Makannya Jangan.”
Untuk layanan internet: “Yang Boleh Lemot Cuma Hari Senin.” Untuk produk kopi: “Kerjaan Belum Selesai? Kopinya Dulu.”
Kalimat
sederhana yang berkaitan dengan aktivitas sehari-hari dapat menciptakan
hubungan dengan audiens. Humor juga dapat disesuaikan dengan lokasi
pemasangan billboard.
Jika
media dipasang di kawasan yang terkenal macet, misalnya, pesan tentang
kemacetan dapat terasa lebih kontekstual. OAAA juga memasukkan
lokalisasi pesan sebagai salah satu pendekatan kreatif karena konteks
lokal dapat membantu menciptakan hubungan yang lebih langsung dengan
audiens.
5. Contoh Billboard dengan Promo yang Sangat Jelas
Untuk
kampanye penjualan, penawaran utama dapat menjadi elemen paling besar.
Contohnya “DISKON 50%”. Kemudian di bawahnya cukup tambahkan “Sampai 31
Agustus”. Logo brand dan produk ditampilkan secara proporsional.
Kesalahan
yang sering dilakukan adalah mencampurkan terlalu banyak penawaran,
seperti Diskon 50% + Cashback 20% + Gratis Ongkir + Voucher Rp50.000 +
Syarat dan Ketentuan.
Informasi
seperti ini lebih cocok diletakkan pada landing page. Billboard hanya
berfungsi sebagai media untuk menarik perhatian pertama, sedangkan
informasi lebih lengkap dapat diarahkan ke website, aplikasi atau kanal
digital perusahaan.
6. Contoh Billboard Minimalis untuk Brand Awareness
Perusahaan yang sudah memiliki identitas visual kuat dapat menggunakan cara yang sangat sederhana. Misalnya billboard hanya berisi:
- satu warna khas brand;
- satu foto produk;
- satu headline;
- satu logo.
Headline
seperti “Beda Sejak Gigitan Pertama” atau “Kerja Lebih Ringan”. Tidak
harus selalu terdapat nomor telepon, alamat, website dan daftar layanan
sekaligus.
Untuk
kampanye brand awareness, tujuan utamanya dapat berupa membangun
pengenalan terhadap nama brand dan pesan tertentu. Desain dan
copywriting yang minimalis juga memberikan ruang agar elemen penting
memiliki ukuran lebih besar.
7. Contoh Iklan Billboard untuk Properti
Billboard banyak digunakan dalam promosi kawasan perumahan, apartemen maupun properti komersial. Contoh struktur desainnya:
Headline “Rumah Pertama Mulai 900 Jutaan”. Subheadline “10 Menit dari Stasiun”.
Kemudian tambahkan:
- satu visual rumah;
- logo developer;
- nama proyek;
- petunjuk lokasi singkat.
Hindari memenuhi billboard dengan denah, daftar seluruh fasilitas, 10 tipe rumah dan informasi cicilan yang terlalu detail. Audiens yang tertarik dapat diarahkan menuju website maupun marketing gallery untuk mempelajari informasi lebih lanjut.
Dalam konteks ini, billboard berfungsi sebagai pintu pertama dalam customer journey, bukan brosur penjualan berukuran raksasa.
8. Contoh Billboard dengan Petunjuk Lokasi
Billboard juga dapat digunakan untuk mengarahkan audiens menuju lokasi bisnis. Konsep ini cocok untuk:
- restoran;
- hotel;
- pusat perbelanjaan;
- perumahan;
- SPBU;
- tempat wisata;
- showroom;
- rumah sakit.
Contohnya “Ayam Bakar Favoritmu → 500 Meter” atau “Marketing Gallery → Belok Kiri”. Untuk desain seperti ini, informasi arah justru harus menjadi salah satu elemen terbesar.
Hindari menggunakan alamat terlalu panjang jika orang hanya memiliki waktu beberapa detik untuk melihatnya. Informasi seperti “500 m lagi”, “Exit berikutnya”, atau tanda panah yang jelas biasanya lebih cepat dipahami dibandingkan alamat lengkap.
9. Contoh Billboard yang Menggunakan Angka
Angka
dapat menjadi elemen visual yang kuat karena mudah dibedakan dari teks
lainnya. Misalnya 0% DP, 24 Jam, 50% OFF, 5 Menit dari MRT. Angkanya
dapat dibuat jauh lebih besar daripada informasi pendukung.
Namun,
angka harus memiliki konteks yang jelas. Jangan menampilkan angka besar
jika audiens harus membaca banyak teks kecil untuk memahami maksudnya.
Prinsipnya adalah pesan utama harus dapat dipahami tanpa membutuhkan
waktu lama.
10. Contoh Billboard yang Terhubung dengan Kampanye Digital
Billboard
juga dapat digunakan bersama digital marketing. Misalnya sebuah
kampanye menggunakan headline “Cari #KopiPertama Kamu”. Kemudian brand
menjalankan kampanye yang sama di Instagram, TikTok atau platform
digital lainnya.
Cara
lainnya adalah menggunakan URL sederhana atau QR code apabila kondisi
lokasi memang memungkinkan audiens mengaksesnya dengan aman dan memiliki
waktu yang cukup. Namun, QR code sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya
tujuan desain pada billboard jalan cepat.
Audiens yang berkendara belum tentu memiliki kesempatan untuk memindainya. Billboard sebaiknya tetap memberikan pesan yang dapat berdiri sendiri meskipun audiens tidak melakukan tindakan lanjutan saat itu juga.
Tips Membuat Desain Billboard yang Menarik
Setelah melihat berbagai contoh iklan billboard, berikut prinsip yang dapat digunakan ketika membuat materi outdoor advertising.
1. Fokus pada Satu Pesan Utama
Kesalahan paling umum dalam desain billboard adalah mencoba menyampaikan terlalu banyak pesan.
Misalnya:
- perusahaan terbaik;
- harga termurah;
- diskon;
- alamat;
- nomor WhatsApp;
- website;
- lima keunggulan;
- tujuh produk.
Semuanya
dimasukkan dalam satu layout. Akibatnya, tidak ada satu informasi pun
yang benar-benar menonjol. Tentukan terlebih dahulu satu tujuan utama.
Jika
kampanye bertujuan memperkenalkan produk, fokus pada produk. Kalau
maunya promo, fokus pada penawaran. Untuk brand awareness, fokusnya pada
identitas dan satu pesan yang ingin diingat.
Panduan OOH dari OAAA juga menyarankan satu ide utama agar pesan dapat dikomunikasikan secepat mungkin.
2. Buat Tulisan Billboard yang Singkat
Tulisan
billboard yang efektif tidak harus menggunakan kalimat panjang.
Sebaliknya, semakin panjang headline, semakin kecil ukuran font yang
harus digunakan agar seluruh tulisan masuk ke desain.
Hal
tersebut dapat menurunkan keterbacaan dari jarak jauh. Sebagai
rekomendasi, tujuh kata atau kurang sering digunakan sebagai rule of
thumb dalam desain outdoor. Namun, angka tersebut bukan aturan yang
mutlak. Hal paling penting adalah apakah pesan dapat dipahami dengan
cepat.
Bandingkan
copywriting “Dapatkan Rumah Impian untuk Keluarga Anda dengan Berbagai
Fasilitas Terbaik”. Dengan “Rumah Nyaman, Selangkah dari Jakarta”.
Informasi detail dapat diberikan melalui media lain.
3. Gunakan Ukuran Font Billboard yang Mudah Dibaca
Tidak ada satu ukuran font untuk billboard yang cocok untuk seluruh media. Ukuran huruf perlu mempertimbangkan:
- ukuran billboard;
- jarak billboard dari jalan;
- kecepatan kendaraan;
- arah pandang;
- panjang headline;
- jenis font.
Prinsip
yang lebih penting adalah membangun hierarki. Headline harus menjadi
tulisan terbesar. Informasi pendukung berada pada ukuran berikutnya.
Sementara logo dan CTA dapat disesuaikan tanpa mengalahkan headline.
Semakin
kecil ukuran teks, semakin dekat audiens harus berada untuk dapat
membacanya. Karena itu, copy yang terlalu panjang sering memaksa
desainer mengecilkan tulisan dan akhirnya mengurangi keterbacaan.
4. Gunakan Font yang Sederhana
Billboard
bukan tempat terbaik untuk menggunakan font dekoratif yang sulit
dibaca. Gunakan typeface dengan bentuk karakter yang jelas. Bold
sans-serif sering menjadi pilihan karena mudah terlihat dari jarak jauh
dan bentuk hurufnya relatif sederhana. Font ini juga direkomendasikan
dalam panduan kreatif OAAA.
Jika
brand memiliki corporate font sendiri, font tersebut tetap dapat
digunakan selama keterbacaannya baik. Hal yang perlu dihindari adalah
menggunakan terlalu banyak jenis font dalam satu desain. Dua jenis font
biasanya sudah cukup untuk menciptakan hierarki visual.
5. Pilih Warna Billboard dengan Kontras yang Baik
Pertanyaan
warna apa yang bagus untuk billboard sebenarnya tidak ada jawaban yang
pasti. Merah tidak selalu lebih baik daripada biru, begitu juga hitam
tidak selalu lebih efektif daripada putih.
Yang lebih penting adalah kontras antara background dengan teks maupun objek utama. Contohnya:
- putih dengan hitam;
- kuning dengan hitam;
- biru tua dengan putih;
- merah dengan putih.
Jika background berupa foto yang memiliki banyak warna, tambahkan area yang lebih bersih untuk menempatkan tulisan. Kontras yang kuat membantu headline lebih mudah terlihat dari kejauhan dan merupakan salah satu prinsip yang berulang dalam panduan kreatif outdoor.
6. Gunakan Satu Visual Utama
Satu
foto produk besar biasanya lebih mudah diproses daripada kolase enam
foto kecil. Pilih visual yang benar-benar mendukung pesan.
Contohnya
adalah untuk iklan burger, gunakan satu foto burger yang menggugah
selera. Jika produknya adalah kendaraan, gunakan satu visual mobil
sebagai objek utama.
Lain halnya dengan properti, tampilkan satu perspektif bangunan yang paling representatif dan juga smartphone, yang perlu menampilkan produk dengan ukuran yang cukup dominan.
Desain menjadi lebih kuat ketika audiens tahu bagian mana yang harus dilihat terlebih dahulu.
7. Jangan Membuat Logo Terlalu Kecil
Minimalis bukan berarti logo harus tidak terlihat sama sekali. Jika audiens mengingat visual tetapi tidak mengetahui brand yang beriklan, tujuan branding dapat berkurang. Logo sebaiknya cukup jelas tanpa mengambil alih seluruh desain.
Idealnya, setelah melihat headline dan visual utama, audiens dapat mengenali brand. Posisi logo dapat berada di sudut maupun bagian lain yang sesuai dengan komposisi.
8. Sesuaikan Desain dengan Lokasi Billboard
Desain
tidak seharusnya dibuat tanpa melihat media tempat iklan akan dipasang.
Billboard yang berada dekat lampu merah memiliki karakter exposure
berbeda dengan billboard di jalan tol. Pada jalan dengan kendaraan
bergerak cepat, desain perlu lebih sederhana.
Sementara media pada area dengan dwell time lebih lama dapat memberi sedikit ruang untuk informasi tambahan.
Geopath
memasukkan posisi media, kecepatan perjalanan, contact zone dan dwell
time sebagai bagian dari faktor yang digunakan untuk memahami peluang
audiens melihat sebuah unit OOH.
Desain
dan lokasi sebaiknya dipikirkan sebagai satu kesatuan.Melihat berbagai
contoh iklan billboard dapat memberikan inspirasi, tetapi desain yang
efektif tidak harus meniru kampanye brand lain. Kuncinya adalah memahami
karakter media outdoor.
Audiens
sering melihat billboard dari jarak tertentu dan dalam waktu terbatas.
Karena itu, desain harus mampu menyampaikan pesan dengan cepat. Gunakan
satu ide utama, headline singkat, font yang mudah dibaca, warna kontras
dan satu visual yang kuat.
Hindari
memenuhi billboard dengan terlalu banyak tulisan, produk, nomor kontak
maupun informasi yang sebenarnya dapat disampaikan melalui media lain.
Desain
juga harus mempertimbangkan lokasi. Billboard di jalan tol membutuhkan
pendekatan berbeda dengan billboard dekat lampu merah, area pedestrian
atau pusat perbelanjaan.
Semakin sesuai desain dengan kondisi lokasi dan target audiens, semakin baik peluang pesan dapat terlihat dan dipahami.
Jika perusahaan Anda sedang merencanakan kampanye outdoor advertising, Anda dapat melihat berbagai pilihan media melalui Gudang Billboard.
Pilih titik berdasarkan target audiens, karakter lalu lintas dan tujuan
kampanye, kemudian sesuaikan desain agar pesan brand dapat terlihat
jelas.
Baca juga: Titik Billboard Terbaik di Jakarta
FAQ tentang Desain Iklan Billboard
1. Apa ciri desain billboard yang menarik?
Desain billboard yang menarik biasanya memiliki satu pesan utama, headline singkat, visual yang kuat, warna kontras dan identitas brand yang mudah dikenali. Desain juga harus dapat dibaca dari jarak yang sesuai dengan lokasi pemasangannya.
2. Berapa banyak tulisan yang ideal untuk billboard?
Tidak ada jumlah kata yang wajib digunakan untuk semua billboard. Namun, pesan sebaiknya dibuat sesingkat mungkin. Panduan kreatif OOH sering menggunakan sekitar tujuh kata atau kurang sebagai rule of thumb agar pesan lebih mudah dipahami dengan cepat.
3. Apa warna yang bagus untuk billboard?
Tidak ada satu kombinasi warna terbaik untuk seluruh billboard. Pilih warna yang sesuai identitas brand dan memiliki kontras yang jelas antara background, headline serta visual utama.
4. Berapa ukuran font yang tepat untuk billboard?
Ukuran font perlu disesuaikan dengan ukuran media, jarak pandang, lokasi dan panjang headline. Hindari font kecil serta tipis.
Informasi terpenting harus menggunakan ukuran tulisan paling besar agar menjadi elemen yang pertama terbaca.
5. Apakah nomor WhatsApp perlu dicantumkan di billboard?
Nomor WhatsApp dapat dicantumkan jika memang diperlukan, terutama pada billboard yang berada di lokasi dengan dwell time cukup lama.
Namun, hindari menjadikan nomor panjang sebagai elemen utama pada billboard yang dilihat audiens dari kendaraan bergerak cepat.
6. Apakah billboard cocok untuk promosi produk baru?
Ya. Billboard dapat digunakan untuk memperkenalkan produk baru, terutama untuk kampanye brand awareness.
Desain dapat menonjolkan produk sebagai visual utama dan menggunakan headline singkat yang menjelaskan pesan utama kampanye.
7. Mana yang lebih baik, desain billboard ramai atau minimalis?
Untuk sebagian besar kondisi outdoor, desain yang sederhana lebih mudah dipahami dibandingkan desain dengan terlalu banyak elemen. Minimalis bukan berarti kosong, tetapi setiap elemen yang digunakan harus mempunyai fungsi yang jelas.
.png)

Posting Komentar untuk "Contoh Iklan Billboard yang Menarik dan Tips Membuat Desainnya"