Sewa alat berat identik dengan hitungan harian, mingguan, atau bulanan. Namun di banyak proyek, terutama yang mengejar kepastian biaya dan jadwal, sistem sewa borongan menjadi pilihan yang semakin populer.
Sistem ini biasanya menawarkan satu angka harga untuk menyelesaikan pekerjaan tertentu, misalnya cut and fill sejumlah volume, land clearing per hektar, penggalian parit dengan panjang tertentu, atau pemadatan area dengan luasan tertentu.
Bagi pemilik proyek, borongan terdengar aman karena “biaya sudah dikunci”. Bagi vendor, borongan menarik karena potensi margin lebih jelas jika perencanaan dan eksekusi rapi.
Meski begitu, sewa alat berat sistem borongan bukan berarti bebas risiko. Kalau scope tidak jelas atau kondisi lapangan berubah, konflik bisa terjadi dan biaya justru melebar lewat addendum atau pekerjaan tambahan.
Artikel ini membahas konsep sewa borongan, cara kerjanya, kapan cocok dipakai, bagaimana menyusun perjanjian yang aman, serta tips mengontrol pelaksanaan di lapangan.
Apa Itu Sewa Alat Berat Sistem Borongan?
Sewa alat berat sistem borongan adalah skema kerja di mana harga dihitung berdasarkan hasil pekerjaan (output) atau paket pekerjaan tertentu, bukan berdasarkan durasi pemakaian alat. Dalam praktiknya, vendor tidak hanya menyewakan unit, tetapi juga bertanggung jawab terhadap eksekusi pekerjaan sampai target yang disepakati tercapai.
Contoh bentuk borongan yang umum:
- Borongan cut and fill berdasarkan volume (m³)
- Borongan land clearing berdasarkan luas (m² atau hektar)
- Borongan penggalian parit berdasarkan panjang dan dimensi (meter lari)
- Borongan pemadatan berdasarkan luas dan target kepadatan
- Borongan demolition berdasarkan objek/area bangunan
Karena yang dinilai adalah hasil, sistem ini biasanya mencakup alat, operator, BBM, dan perawatan sebagai tanggung jawab vendor.
Namun detailnya tetap harus dipastikan dalam kontrak, karena setiap vendor bisa punya definisi paket yang berbeda.
Perbedaan Borongan vs Sewa Time-Based (Harian/Bulanan)
Perbedaan paling terasa ada pada siapa yang menanggung risiko produktivitas.
Pada sewa harian/bulanan, risiko produktivitas lebih banyak berada di pihak penyewa. Jika alat idle karena dump truck kurang, akses buruk, atau pekerjaan belum siap, biaya sewa tetap berjalan. Sebaliknya, pada borongan, vendor cenderung menanggung risiko produktivitas karena pembayaran terkait output atau target kerja.
Meski demikian, vendor akan memasukkan “buffer” risiko ke harga borongan. Artinya, borongan bisa terlihat lebih mahal di awal, tetapi sering lebih stabil dan aman untuk proyek yang butuh kepastian biaya.
Kapan Sistem Borongan Lebih Cocok Dipilih?
Proyek dengan Output yang Bisa Diukur Jelas
Borongan ideal untuk pekerjaan yang mudah diukur dan diverifikasi, seperti volume galian, luas land clearing, atau panjang parit dengan spesifikasi tertentu. Semakin objektif ukurannya, semakin kecil peluang debat.
Pemilik Proyek Butuh Kepastian Budget
Jika proyek memiliki batas anggaran ketat dan tidak ingin terpapar biaya sewa berjalan, borongan memberi kepastian biaya yang lebih kuat.
Time Pressure Tinggi
Saat deadline ketat, borongan mendorong vendor untuk mengatur jumlah unit, shift, dan strategi kerja agar target cepat tercapai. Vendor akan lebih proaktif meningkatkan produktivitas karena margin mereka bergantung pada kecepatan dan efisiensi.
Penyewa Tidak Punya Tim Lapangan yang Kuat
Jika tim Anda terbatas untuk mengatur operator, maintenance, dan scheduling alat, borongan membantu karena tanggung jawab operasional lebih banyak di vendor.
Kapan Borongan Berisiko dan Kurang Disarankan?
Kondisi Lapangan Tidak Pasti
Jika tanah sangat variatif (campuran batu besar, area rawa, utilitas tersembunyi), produktivitas sulit diprediksi. Vendor biasanya akan menaikkan harga atau meminta klausul eskalasi bila kondisi berbeda dari asumsi.
Scope Mudah Berubah
Borongan rentan konflik jika scope sering berubah, misalnya tambahan area, perubahan elevasi final, atau perubahan layout. Perubahan kecil bisa dianggap “extra work” yang memicu addendum.
Pengukuran Output Tidak Disepakati
Tanpa metode pengukuran yang jelas (metode survey, titik benchmark, toleransi), borongan bisa berubah menjadi debat berkepanjangan soal “berapa volume yang sudah dikerjakan”.
Komponen yang Umumnya Termasuk dalam Paket Borongan
Agar tidak salah asumsi, berikut komponen yang sering (namun tidak selalu) termasuk dalam borongan:
- Unit alat berat sesuai kebutuhan (excavator, dozer, grader, roller, loader, dump truck)
- Operator dan helper
- BBM dan pelumas dasar
- Mobilisasi dan demobilisasi (tergantung kesepakatan)
- Perawatan rutin dan perbaikan akibat pemakaian normal
- Pengaturan shift kerja untuk mengejar target
Yang sering menjadi pengecualian dan perlu ditegaskan:
- Izin kerja dan pengaturan lalu lintas (jika proyek di jalan umum)
- Disposal material ke lokasi pembuangan resmi beserta biaya tipping
- Perbaikan akibat kelalaian atau kesalahan pihak penyewa (misalnya area kerja tidak aman)
- Kondisi force majeure seperti hujan ekstrem berkepanjangan
Cara Menentukan Harga Borongan yang Masuk Akal
Vendor biasanya menghitung borongan dari gabungan beberapa faktor:
- Estimasi volume/luas kerja dan tingkat kesulitan
- Produktivitas alat (output/jam) berdasarkan kondisi tanah dan jarak hauling
- Jumlah unit dan jam kerja per hari
- Konsumsi BBM per jam serta harga BBM
- Biaya operator, maintenance, risiko breakdown
- Mobilisasi/demobilisasi dan biaya logistic
- Margin risiko untuk kondisi tak terduga
Dari sisi penyewa, cara paling aman adalah meminta breakdown komponen secara garis besar, bukan untuk menekan vendor, tetapi untuk memastikan asumsi vendor sejalan dengan kondisi proyek Anda.
Jika vendor mengasumsikan akses dump truck lancar, sementara kenyataannya jalur sempit, hasilnya bisa konflik di lapangan.
Klausul Kontrak yang Wajib Ada pada Sistem Borongan
Definisi Scope dan Output yang Sangat Spesifik
Tulis detail pekerjaan, misalnya:
- Volume cut dan fill per area
- Elevasi awal dan elevasi akhir
- Dimensi parit (lebar, kedalaman, slope)
- Luas clearing dan standar pembersihan (sampai diameter akar berapa, sisa vegetasi boleh/tidak)
Semakin rinci scope, semakin kecil ruang interpretasi.
Metode Pengukuran dan Verifikasi
Cantumkan:
- Metode survey (topografi awal-akhir, cross section, atau metode lain)
- Titik referensi (benchmark)
- Frekuensi pengukuran (harian/mingguan/akhir pekerjaan)
- Toleransi deviasi
Ini poin paling krusial agar pembayaran tidak berubah menjadi “perasaan”.
Ketentuan Perubahan Pekerjaan (Variation Order)
Harus ada mekanisme jelas jika scope berubah:
- siapa yang berhak mengajukan VO
- format persetujuan (tertulis)
- cara menghitung harga tambahan
- dampak ke jadwal
Tanpa VO, borongan sering jadi sumber sengketa.
Ketentuan Downtime dan Force Majeure
Borongan tetap perlu aturan jika pekerjaan terhenti karena faktor eksternal, seperti hujan ekstrem, akses ditutup, atau keterlambatan dari pihak lain. Tujuannya agar kedua pihak punya patokan yang adil.
Jadwal Pembayaran Berbasis Progress
Umumnya pembayaran borongan dibuat bertahap:
- DP saat mulai kerja
- termin berdasarkan progress terverifikasi (misal 30%-60%-100%)
- retensi untuk memastikan pekerjaan finishing
Pastikan definisi progress dan dokumen pendukungnya tertulis.
Tips Mengelola Pelaksanaan Borongan agar Tidak “Bocor”
Pastikan Site Siap Sebelum Alat Masuk
Akses jalan, area kerja, titik buang, dan koordinasi dump truck harus siap. Meskipun borongan menekan risiko penyewa, proyek yang tidak siap tetap memicu konflik dan keterlambatan.
Buat Laporan Harian yang Konsisten
Catat:
- cuaca
- jam kerja
- unit yang bekerja
- progress harian
- hambatan di lapangan
Dokumentasi sederhana ini penting untuk evaluasi dan pembuktian bila ada perbedaan klaim.
Terapkan Kontrol Perubahan Scope
Setiap perubahan harus dicatat dan disetujui sebelum dieksekusi. Ini kebiasaan kecil yang menyelamatkan Anda dari tagihan tambahan yang tidak terkontrol.
Sepakati Standar Kualitas sejak Awal
Borongan sering fokus pada “selesai cepat”. Karena itu, standar kualitas seperti elevasi akhir, kepadatan tanah, atau kerapian finishing perlu ditulis dan diawasi.
Sewa alat berat dengan sistem borongan adalah pilihan strategis untuk proyek yang membutuhkan kepastian biaya dan output yang terukur. Skema ini cocok untuk pekerjaan seperti cut and fill, land clearing, penggalian, pemadatan, dan demolition selama scope serta metode pengukurannya jelas.
Kunci sukses borongan ada pada kontrak yang detail, mekanisme variation order yang tegas, dan dokumentasi progress yang konsisten.
Dengan pengelolaan yang rapi, borongan bukan hanya membuat biaya lebih terkendali, tetapi juga membantu proyek bergerak lebih cepat tanpa drama tagihan di akhir.

Posting Komentar untuk "Sewa Alat Berat dengan Sistem Borongan"